JAKARTA, opinca.sch.id – Setiap perusahaan pasti mengalami pergantian kepemimpinan. Pemimpin yang sudah lama menjabat bisa saja pensiun, mengundurkan diri, atau berpindah ke tempat lain. Jika perusahaan tidak memiliki calon pengganti yang sudah siap, kekosongan jabatan bisa mengganggu jalannya kegiatan bisnis secara keseluruhan. Moreover, kekosongan yang berlangsung lama bisa menurunkan semangat kerja karyawan dan melemahkan kepercayaan dari pihak luar. Menariknya, permasalahan tersebut sebenarnya bisa dicegah dengan menerapkan succession management. Sistem ini membantu perusahaan menyiapkan calon pengganti untuk posisi penting jauh sebelum kekosongan terjadi. In addition, succession management tidak hanya bicara soal mencari pengganti satu orang saja, melainkan membangun kumpulan calon pemimpin yang siap mengisi berbagai posisi penting di masa depan. Therefore, memahami pengertian, manfaat, dan tahapan succession management menjadi hal yang sangat penting bagi setiap perusahaan yang ingin terus berkembang.
Memahami Pengertian Succession Management

Succession management adalah proses yang dilakukan perusahaan untuk mengenali, mengembangkan, dan menyiapkan karyawan yang berpotensi untuk mengisi posisi penting di masa mendatang. Berbeda dengan sekadar mencari pengganti saat jabatan sudah kosong, succession management bekerja jauh sebelum pergantian terjadi. Furthermore, proses ini berjalan secara terus menerus dan mencakup banyak posisi sekaligus, bukan hanya satu jabatan tertentu.
Perlu diketahui bahwa succession management berbeda dengan succession planning meskipun keduanya sering dianggap sama. Succession planning biasanya berfokus pada satu posisi tertentu dan satu calon pengganti. However, succession management memiliki cakupan yang lebih luas karena mencakup seluruh posisi penting di perusahaan dan membangun kumpulan calon pemimpin dari berbagai tingkatan.
Dalam penerapannya, succession management melibatkan banyak pihak mulai dari pimpinan tertinggi, bagian pengelolaan sumber daya manusia, hingga manajer di setiap bagian. Additionally, proses ini memerlukan waktu yang tidak singkat karena pengembangan calon pemimpin harus dilakukan secara bertahap dan terukur. As a result, perusahaan yang menerapkan succession management dengan baik akan memiliki kesiapan yang jauh lebih baik dalam menghadapi pergantian kepemimpinan.
Alasan Perusahaan Membutuhkan Succession Management
Tidak semua perusahaan menyadari betapa pentingnya memiliki sistem pergantian kepemimpinan yang terencana. Banyak perusahaan baru merasa panik ketika posisi penting tiba-tiba kosong tanpa ada calon pengganti yang siap. Moreover, merekrut pemimpin baru dari luar perusahaan membutuhkan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit.
Berikut alasan mengapa perusahaan membutuhkan succession management:
- First, menjaga kelangsungan kegiatan bisnis agar tidak terganggu saat terjadi pergantian kepemimpinan. Ketika seorang pemimpin meninggalkan jabatannya, perusahaan yang sudah memiliki calon pengganti bisa langsung melakukan pergantian tanpa jeda yang lama. As a result, kegiatan operasional tetap berjalan seperti biasa tanpa mengalami gangguan yang berarti.
- Second, menghemat biaya yang biasanya dikeluarkan untuk mencari pemimpin baru dari luar perusahaan. Proses perekrutan dari luar membutuhkan biaya iklan, biaya seleksi, biaya pelatihan, dan waktu penyesuaian yang cukup panjang. Furthermore, calon dari dalam perusahaan sudah memahami budaya kerja dan cara kerja perusahaan sehingga proses penyesuaiannya jauh lebih cepat.
- Third, memberikan dorongan semangat bagi karyawan karena mereka melihat adanya kesempatan untuk naik ke posisi yang lebih tinggi. Karyawan yang merasa memiliki jalan karier yang jelas cenderung lebih setia dan lebih giat dalam bekerja. In addition, hal ini juga membantu perusahaan mempertahankan karyawan terbaiknya agar tidak berpindah ke tempat lain.
- Finally, memperkuat daya saing perusahaan dengan memiliki calon pemimpin yang sudah terlatih dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Perusahaan yang memiliki barisan pemimpin yang kuat akan lebih mudah beradaptasi dengan perubahan pasar dan kebutuhan pelanggan. Therefore, succession management bukan sekadar kebutuhan pengelolaan karyawan melainkan bagian dari cara perusahaan bertahan dan berkembang.
Manfaat Succession Management bagi Perusahaan
Penerapan succession management yang baik mendatangkan banyak manfaat yang dirasakan oleh seluruh bagian di perusahaan. Manfaat ini tidak hanya terlihat dalam jangka pendek tetapi juga memberikan dampak besar dalam jangka panjang. Moreover, manfaatnya dirasakan oleh perusahaan maupun oleh karyawan itu sendiri.
Berikut manfaat dari succession management:
- First, meningkatkan ketersediaan karyawan yang memiliki kemampuan tinggi dan siap diberi tanggung jawab yang lebih besar kapan saja. Perusahaan tidak perlu lagi khawatir ketika ada pemimpin yang tiba-tiba harus pergi. As a result, kekosongan jabatan bisa segera diisi tanpa menunggu waktu yang lama.
- Second, mempermudah proses perpindahan pengetahuan dari pemimpin lama kepada calon pengganti. Dalam succession management, calon pengganti sudah dilibatkan dalam berbagai kegiatan bersama pemimpin yang masih menjabat. Furthermore, proses pendampingan dan pembimbingan ini memastikan bahwa pengalaman dan pengetahuan penting tidak ikut hilang saat pemimpin lama meninggalkan jabatannya.
- Third, membantu perusahaan mengenali kesenjangan kemampuan di antara karyawan. Melalui proses penilaian yang dilakukan secara berkala, perusahaan bisa mengetahui kemampuan apa saja yang masih perlu ditingkatkan pada setiap calon pemimpin. Additionally, informasi ini juga berguna untuk menyusun program pelatihan yang lebih tepat sasaran.
- Fourth, meningkatkan citra perusahaan di mata karyawan dan pihak luar. Perusahaan yang memiliki sistem pergantian kepemimpinan yang teratur menunjukkan bahwa mereka dikelola secara baik dan berpikir jauh ke depan. For example, perusahaan besar yang berhasil melakukan pergantian pemimpin tanpa gejolak akan mendapatkan kepercayaan lebih tinggi dari pelanggan dan mitra bisnis.
- Finally, membantu bagian pengelolaan sumber daya manusia dalam membuat keputusan yang lebih baik tentang pengembangan karyawan. Data dari succession management memberikan gambaran yang jelas tentang siapa saja yang berpotensi dan apa saja yang masih perlu diperbaiki. Therefore, setiap keputusan tentang promosi atau pengembangan karyawan didasarkan pada data yang nyata, bukan sekadar perkiraan.
Tahapan Menerapkan Succession Management
Penerapan succession management memerlukan tahapan yang teratur agar hasilnya bisa dirasakan secara nyata. Setiap tahapan harus dilakukan dengan serius karena keberhasilan satu tahap akan memengaruhi tahap berikutnya. Moreover, proses ini bukan kegiatan yang dilakukan sekali saja melainkan berjalan secara terus menerus.
Berikut tahapan dalam menerapkan succession management:
- First, kenali posisi penting dalam perusahaan yang memerlukan calon pengganti. Posisi ini biasanya adalah jabatan yang memiliki dampak besar terhadap jalannya kegiatan bisnis secara keseluruhan. Additionally, pertimbangkan juga posisi yang memerlukan kemampuan khusus yang sulit ditemukan di pasar tenaga kerja.
- Second, lakukan penilaian terhadap karyawan yang ada untuk menemukan siapa saja yang berpotensi mengisi posisi penting tersebut. Penilaian ini meliputi kemampuan kerja saat ini, potensi kepemimpinan, sikap kerja, dan keinginan untuk berkembang. Furthermore, gunakan beberapa cara penilaian yang berbeda agar hasilnya lebih lengkap dan tidak berat sebelah.
- Third, susun rencana pengembangan bagi setiap calon pengganti yang sudah teridentifikasi. Rencana ini mencakup pelatihan khusus, pembimbingan oleh pemimpin yang lebih senior, dan pemberian tugas yang menantang untuk mengasah kemampuan mereka. In addition, setiap rencana harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing calon karena setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda.
- Fourth, jalankan rencana pengembangan dan pantau kemajuannya secara berkala. Pastikan setiap calon pengganti mendapatkan kesempatan yang cukup untuk belajar dan berkembang sesuai rencana yang sudah dibuat. However, jangan ragu untuk menyesuaikan rencana jika ditemukan perubahan kebutuhan atau kondisi yang tidak terduga.
- Finally, tinjau dan perbarui seluruh rencana succession management secara rutin. Kebutuhan perusahaan bisa berubah seiring waktu sehingga daftar posisi penting dan calon pengganti juga perlu disesuaikan. Therefore, lakukan peninjauan setidaknya satu kali dalam setahun agar rencana yang sudah dibuat tetap sesuai dengan keadaan terbaru.
Perbedaan Succession Management dan Succession Planning
Banyak orang menganggap succession management dan succession planning adalah hal yang sama padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas. Memahami perbedaan ini penting agar perusahaan bisa memilih pendekatan yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Moreover, keduanya sebenarnya bisa saling melengkapi jika diterapkan secara bersamaan.
Succession planning berfokus pada penyiapan calon pengganti untuk satu posisi tertentu yang biasanya sudah diketahui akan segera kosong. For example, ketika seorang pimpinan bagian keuangan akan pensiun dalam dua tahun ke depan, perusahaan menyiapkan satu atau dua orang untuk menggantikannya. Pendekatan ini bersifat lebih sempit dan biasanya memiliki jangka waktu yang sudah ditentukan.
Sementara itu, succession management memiliki cakupan yang lebih luas dan bersifat berkelanjutan. Sistem ini tidak hanya menyiapkan pengganti untuk satu posisi tetapi membangun kumpulan calon pemimpin untuk berbagai posisi penting secara bersamaan. Additionally, succession management juga mencakup pengembangan kemampuan karyawan secara menyeluruh, tidak hanya kemampuan yang dibutuhkan untuk satu jabatan saja.
Perlu diketahui bahwa perusahaan kecil yang hanya membutuhkan pengganti untuk satu posisi bisa menggunakan succession planning. However, perusahaan yang lebih besar dengan banyak posisi penting sebaiknya menerapkan succession management agar proses pergantian kepemimpinan berjalan lebih teratur dan menyeluruh. Therefore, pilihan antara keduanya sebaiknya disesuaikan dengan ukuran dan kebutuhan perusahaan masing-masing.
Tantangan dalam Menerapkan Succession Management
Meskipun memiliki banyak manfaat, penerapan succession management juga menghadapi beberapa tantangan yang perlu diatasi agar hasilnya bisa maksimal. Memahami tantangan ini sejak awal akan membantu perusahaan dalam mempersiapkan langkah pencegahan yang tepat.
Tantangan pertama adalah kurangnya dukungan dari pimpinan tertinggi perusahaan. Succession management memerlukan komitmen dari seluruh jajaran pimpinan agar bisa berjalan dengan baik. However, tidak sedikit pimpinan yang menganggap hal ini belum mendesak sehingga tidak memberikan perhatian yang cukup. Furthermore, tanpa dukungan dari atas, bagian pengelolaan sumber daya manusia akan kesulitan menjalankan program ini secara konsisten.
Tantangan kedua adalah kesulitan dalam mengenali calon pemimpin yang benar-benar berpotensi. Penilaian terhadap kemampuan dan potensi seseorang tidak selalu mudah dilakukan secara tepat. Additionally, ada kemungkinan penilaian yang tidak adil atau berat sebelah yang bisa menimbulkan ketidakpuasan di kalangan karyawan. Therefore, penggunaan beberapa cara penilaian yang berbeda sangat disarankan untuk mendapatkan hasil yang lebih lengkap.
Tidak kalah penting, tantangan ketiga adalah penolakan dari karyawan terhadap perubahan. Sebagian karyawan mungkin merasa terancam dengan adanya program ini, terutama mereka yang sudah lama menjabat di posisi tertentu. Moreover, proses pengembangan calon pemimpin juga memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit sehingga perusahaan harus menyiapkan anggaran khusus untuk keperluan ini. As a result, perusahaan perlu menjelaskan manfaat program ini secara terbuka agar semua pihak merasa ikut terlibat dan tidak merasa dirugikan.
Tips Menjalankan Succession Management dengan Baik
Bagi perusahaan yang ingin menjalankan succession management secara lebih baik, ada beberapa tips yang bisa diterapkan agar program ini memberikan hasil yang nyata.
- First, libatkan pimpinan tertinggi sejak awal perencanaan agar program mendapatkan dukungan penuh. Pimpinan yang terlibat langsung akan memberikan pengaruh besar terhadap keseriusan seluruh jajaran manajemen dalam menjalankan program ini. As a result, setiap bagian di perusahaan akan lebih mudah diajak bekerja sama.
- Second, buat penilaian yang adil dan terbuka terhadap setiap karyawan yang berpotensi. Gunakan beberapa cara penilaian seperti tinjauan kinerja, wawancara mendalam, dan pemberian tugas khusus untuk melihat kemampuan sebenarnya. Furthermore, sampaikan hasil penilaian secara terbuka agar karyawan tahu apa yang perlu mereka tingkatkan.
- Third, sediakan program pengembangan yang beragam dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing calon pemimpin. Setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda sehingga program pengembangan harus dibuat secara khusus. Additionally, berikan kesempatan bagi calon pemimpin untuk terlibat dalam proyek yang menantang agar kemampuan mereka terasah secara nyata.
- Fourth, pantau dan ukur kemajuan setiap calon pengganti secara berkala menggunakan tolok ukur yang jelas. Catat setiap perkembangan yang terjadi dan bandingkan dengan target yang sudah ditetapkan sebelumnya. In addition, gunakan data ini untuk menyesuaikan rencana pengembangan jika diperlukan.
- Finally, tinjau kembali seluruh program setidaknya satu kali dalam setahun dan sesuaikan dengan perkembangan terbaru. Kebutuhan perusahaan dan kondisi pasar bisa berubah sewaktu-waktu sehingga program harus selalu mengikuti perkembangan. Therefore, jadikan succession management sebagai bagian tetap dari perencanaan perusahaan, bukan sekadar kegiatan sampingan yang dilakukan sesekali.
Kesimpulan
Succession management merupakan proses penting yang membantu perusahaan menyiapkan calon pengganti untuk posisi penting secara berkelanjutan dan menyeluruh. Berbeda dengan succession planning yang berfokus pada satu posisi tertentu, succession management mencakup seluruh posisi penting dan membangun kumpulan calon pemimpin dari berbagai tingkatan. Penerapannya membawa banyak manfaat seperti menjaga kelangsungan bisnis, menghemat biaya perekrutan, meningkatkan semangat karyawan, dan memperkuat daya saing perusahaan. Tahapan penerapannya meliputi lima langkah yaitu mengenali posisi penting, menilai karyawan berpotensi, menyusun rencana pengembangan, menjalankan dan memantau rencana, serta meninjau ulang secara berkala. Meskipun ada tantangan seperti kurangnya dukungan pimpinan dan kesulitan menilai potensi karyawan, semua itu bisa diatasi dengan komitmen yang kuat, penilaian yang adil, dan peninjauan program secara rutin.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Management
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Talent Acquisition Strategy: Panduan Lengkap dan Langkahnya
