JAKARTA, opinca.sch.id – Blue ocean strategy menjadi salah satu konsep manajemen strategi yang sangat populer di kalangan praktisi bisnis dan akademisi. Para pemimpin perusahaan di seluruh dunia mengadopsi konsep ini untuk menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Strategi ini menawarkan pendekatan berbeda dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat. Pemahaman mendalam tentang blue ocean strategy sangat penting bagi mahasiswa dan praktisi manajemen.
Dunia bisnis saat ini menghadapi tantangan persaingan yang semakin intens di hampir semua industri. Banyak perusahaan terjebak dalam perang harga yang menggerus profitabilitas mereka. Blue ocean strategy hadir sebagai alternatif bagi perusahaan yang ingin keluar dari jeratan persaingan berdarah-darah. Artikel ini membahas secara komprehensif tentang blue ocean strategy sebagai pengetahuan dasar dalam bidang manajemen.
Pengertian Blue Ocean Strategy dalam Manajemen

Blue ocean strategy merupakan pendekatan manajemen strategis yang mendorong perusahaan untuk menciptakan pasar baru yang belum tergarap. W. Chan Kim dan Renée Mauborgne memperkenalkan konsep ini melalui buku berjudul “Blue Ocean Strategy” pada tahun 2005. Kedua profesor dari INSEAD Business School ini mengembangkan teori berdasarkan studi terhadap lebih dari 150 langkah strategis selama 100 tahun di 30 industri berbeda.
Istilah “blue ocean” atau samudra biru menggambarkan ruang pasar yang tenang, dalam, dan luas. Analogi ini menunjukkan kondisi pasar yang belum dijelajahi oleh kompetitor manapun. Perusahaan yang beroperasi di blue ocean tidak perlu bersaing secara langsung dengan pemain lain karena mereka menciptakan aturan permainan sendiri.
Inti dari blue ocean strategy terletak pada konsep value innovation atau inovasi nilai. Perusahaan menciptakan lompatan nilai bagi pelanggan sekaligus menekan biaya operasional secara bersamaan. Pendekatan ini berbeda dari strategi konvensional yang biasanya memaksa perusahaan memilih antara diferensiasi atau biaya rendah.
Karakteristik utama blue ocean strategy:
- Menciptakan ruang pasar baru yang belum ada kompetisi
- Menjadikan persaingan tidak relevan dengan inovasi nilai
- Mengejar diferensiasi dan biaya rendah secara simultan
- Membuka permintaan baru dari non-konsumen
- Membangun hambatan masuk yang sulit ditiru kompetitor
Perbedaan Blue Ocean dan Red Ocean Strategy
Para manajer dan praktisi bisnis perlu memahami perbedaan mendasar antara blue ocean dan red ocean strategy. Pemahaman ini membantu perusahaan menentukan arah strategis yang tepat sesuai kondisi dan kapabilitas masing-masing. Berikut perbandingan detail antara kedua pendekatan strategi tersebut.
Red ocean strategy menggambarkan kondisi pasar yang sudah penuh dengan kompetitor. Istilah “red ocean” atau samudra merah melambangkan lautan yang berubah warna karena pertarungan berdarah antar pelaku industri. Perusahaan dalam red ocean bersaing memperebutkan pangsa pasar yang sama dengan produk atau layanan serupa.
Dalam red ocean, batasan industri sudah terdefinisi dengan jelas dan semua pemain menerima aturan permainan yang sama. Perusahaan berusaha mengalahkan kompetitor dengan menawarkan harga lebih murah atau nilai lebih tinggi. Kondisi ini sering berujung pada perang harga yang menggerus margin keuntungan seluruh pemain.
Blue ocean strategy mengajak perusahaan untuk keluar dari arena persaingan berdarah-darah tersebut. Alih-alih bertarung memperebutkan permintaan yang ada, perusahaan menciptakan permintaan baru. Inovasi menjadi kunci untuk membangun ruang pasar yang belum pernah dijelajahi sebelumnya.
| Aspek | Red Ocean | Blue Ocean |
|---|---|---|
| Fokus | Bersaing di pasar yang ada | Menciptakan pasar baru |
| Kompetisi | Mengalahkan pesaing | Menjadikan kompetisi tidak relevan |
| Permintaan | Merebut permintaan yang ada | Menciptakan permintaan baru |
| Trade-off | Memilih diferensiasi atau biaya rendah | Mengejar keduanya secara simultan |
| Aturan | Mengikuti aturan industri | Membuat aturan baru |
Prinsip-Prinsip Dasar Blue Ocean Strategy
Kim dan Mauborgne merumuskan delapan prinsip dasar yang menjadi fondasi blue ocean strategy. Empat prinsip pertama berkaitan dengan formulasi strategi, sedangkan empat prinsip berikutnya berkaitan dengan eksekusi. Pemahaman terhadap prinsip-prinsip ini membantu manajer menerapkan strategi dengan lebih efektif.
Prinsip formulasi strategi:
Rekonstruksi Batasan Pasar Perusahaan harus melampaui batasan industri konvensional untuk menemukan peluang blue ocean. Manajer perlu melihat melampaui kompetitor langsung dan mengeksplorasi industri alternatif. Pendekatan ini membuka perspektif baru tentang ruang pasar yang potensial.
Fokus pada Gambaran Besar Manajer harus menghindari terjebak dalam angka-angka dan detail operasional semata. Strategy canvas menjadi alat untuk melihat gambaran besar lanskap kompetitif. Visualisasi ini membantu mengidentifikasi peluang diferensiasi yang bermakna.
Jangkau Melampaui Permintaan yang Ada Perusahaan perlu mengalihkan fokus dari pelanggan eksisting ke non-konsumen. Tiga tingkatan non-konsumen menawarkan potensi permintaan baru yang sangat besar. Strategi yang tepat dapat mengkonversi non-konsumen menjadi pelanggan setia.
Terapkan Urutan Strategis yang Benar Perusahaan harus mengikuti urutan yang tepat dalam memvalidasi kelayakan komersial blue ocean. Urutan tersebut dimulai dari utilitas pembeli, harga, biaya, dan adopsi. Kegagalan di salah satu tahap mengharuskan perusahaan meninjau ulang strateginya.
Framework ERRC dalam Blue Ocean Strategy
Framework ERRC menjadi alat utama yang manajer gunakan untuk merumuskan blue ocean strategy. Akronim ERRC mewakili empat tindakan strategis: Eliminate, Reduce, Raise, dan Create. Penerapan keempat tindakan ini secara simultan memungkinkan perusahaan mencapai diferensiasi dan biaya rendah sekaligus.
Eliminate (Hapus) Perusahaan mengidentifikasi faktor-faktor yang selama ini industri anggap penting namun sebenarnya tidak memberikan nilai bagi pelanggan. Penghapusan faktor-faktor ini mengurangi biaya dan kompleksitas operasional. Langkah berani ini membebaskan sumber daya untuk dialokasikan ke area yang lebih bernilai.
Reduce (Kurangi) Manajer mengevaluasi faktor-faktor yang bisa dikurangi jauh di bawah standar industri. Pengurangan ini dilakukan pada elemen yang tidak terlalu penting bagi pelanggan namun memakan biaya signifikan. Perusahaan tetap menyediakan elemen tersebut namun dengan intensitas yang lebih rendah.
Raise (Tingkatkan) Perusahaan mengidentifikasi faktor-faktor yang perlu ditingkatkan jauh melampaui standar industri. Peningkatan ini difokuskan pada elemen yang sangat dihargai pelanggan namun selama ini kurang diperhatikan industri. Investasi besar dialokasikan untuk menciptakan keunggulan di area ini.
Create (Ciptakan) Manajer menemukan faktor-faktor baru yang belum pernah ditawarkan industri sebelumnya. Penciptaan ini membuka sumber nilai baru yang menarik bagi pelanggan. Inovasi pada tahap ini sering menjadi pembeda utama yang membentuk blue ocean.
Strategy Canvas sebagai Alat Analisis
Strategy canvas merupakan alat visual yang membantu manajer memahami lanskap kompetitif industri. Kim dan Mauborgne mengembangkan alat ini untuk mendiagnosis dan merumuskan blue ocean strategy. Visualisasi ini menampilkan kurva nilai yang menggambarkan penawaran strategis setiap pemain.
Sumbu horizontal canvas menampilkan faktor-faktor kompetisi yang menjadi arena persaingan industri. Sumbu vertikal menunjukkan tingkat penawaran yang diberikan perusahaan untuk setiap faktor. Kurva nilai yang terbentuk menggambarkan profil strategis perusahaan dibandingkan dengan kompetitor.
Dalam red ocean, kurva nilai semua pemain cenderung berbentuk serupa karena mereka saling meniru. Perusahaan yang berhasil menciptakan blue ocean memiliki kurva nilai yang berbeda secara signifikan dari industri. Perbedaan bentuk kurva ini mencerminkan proposisi nilai unik yang ditawarkan.
Langkah menggunakan strategy canvas:
- Identifikasi faktor-faktor kompetisi utama dalam industri
- Plot posisi kompetitor untuk setiap faktor
- Gambar kurva nilai perusahaan saat ini
- Terapkan framework ERRC untuk menciptakan kurva nilai baru
- Validasi kurva nilai baru dengan pelanggan potensial
Six Paths Framework untuk Menemukan Blue Ocean
Six Paths Framework membantu manajer merekonstruksi batasan pasar untuk menemukan peluang blue ocean. Framework ini menawarkan enam jalur sistematis untuk melampaui batas-batas industri konvensional. Setiap jalur membuka perspektif berbeda tentang ruang pasar yang potensial.
Jalur 1: Melintasi Industri Alternatif Perusahaan menganalisis industri-industri alternatif yang memenuhi kebutuhan serupa bagi pelanggan. Pelanggan sering mempertimbangkan produk dari industri berbeda sebagai pilihan substitusi. Pemahaman tentang trade-off yang pelanggan hadapi membuka peluang inovasi.
Jalur 2: Melintasi Kelompok Strategis Manajer mempelajari kelompok-kelompok strategis dalam industri yang berbeda dari segi harga dan kinerja. Setiap kelompok melayani segmen pelanggan dengan kebutuhan berbeda. Kombinasi elemen terbaik dari berbagai kelompok dapat menciptakan proposisi nilai baru.
Jalur 3: Melintasi Rantai Pembeli Perusahaan mengidentifikasi semua pihak yang terlibat dalam keputusan pembelian. Rantai pembeli mencakup purchaser, user, dan influencer yang mungkin berbeda orang. Mengalihkan fokus ke kelompok pembeli yang selama ini diabaikan membuka pasar baru.
Jalur 4: Melintasi Produk dan Layanan Komplementer Manajer menganalisis konteks penggunaan produk secara keseluruhan oleh pelanggan. Produk dan layanan komplementer mempengaruhi nilai total yang pelanggan rasakan. Bundling atau integrasi dengan komplementer dapat meningkatkan nilai secara signifikan.
Jalur 5: Melintasi Daya Tarik Fungsional-Emosional Beberapa industri bersaing terutama pada aspek fungsional sementara lainnya pada aspek emosional. Perusahaan dapat mengubah orientasi industri dari fungsional ke emosional atau sebaliknya. Perubahan orientasi ini membuka diferensiasi yang tidak terpikirkan sebelumnya.
Jalur 6: Melintasi Waktu Manajer menganalisis tren yang mempengaruhi industri dari waktu ke waktu. Tren yang jelas, tidak dapat dibalikkan, dan memiliki trajektori pasti menawarkan peluang blue ocean. Perusahaan yang bergerak lebih awal dapat memimpin pembentukan pasar baru.
Three Tiers of Noncustomers
Konsep three tiers of noncustomers membantu perusahaan mengidentifikasi potensi permintaan baru di luar pelanggan eksisting. Kim dan Mauborgne membagi non-konsumen menjadi tiga tingkatan berdasarkan kedekatan mereka dengan pasar. Memahami setiap tingkatan membantu perusahaan merancang strategi konversi yang tepat.
Tingkat Pertama: Soon-to-be Noncustomers Kelompok ini berada di tepi pasar dan menggunakan produk industri secara minimal. Mereka terus mencari alternatif yang lebih baik dan siap beralih kapan saja. Memahami mengapa mereka tidak puas membuka peluang untuk menarik mereka lebih dalam.
Tingkat Kedua: Refusing Noncustomers Kelompok ini secara sadar memilih untuk tidak menggunakan penawaran industri. Mereka menganggap produk yang ada tidak sesuai kebutuhan atau di luar jangkauan. Inovasi yang menghilangkan hambatan dapat mengkonversi kelompok ini menjadi pelanggan.
Tingkat Ketiga: Unexplored Noncustomers Kelompok ini berada di pasar yang jauh dari industri dan tidak pernah mempertimbangkan penawaran sebagai pilihan. Mereka mewakili potensi permintaan terbesar namun paling sulit dijangkau. Inovasi radikal diperlukan untuk menarik kelompok ini masuk ke pasar.
Contoh Penerapan BlueOceanStrategy
Berbagai perusahaan di dunia telah berhasil menerapkan blue ocean strategy untuk menciptakan pertumbuhan luar biasa. Studi kasus ini memberikan ilustrasi nyata bagaimana konsep bekerja dalam praktik bisnis. Berikut beberapa contoh penerapan blue ocean strategy yang terkenal.
Cirque du Soleil Perusahaan hiburan asal Kanada ini merevolusi industri sirkus yang sudah menurun. Cirque du Soleil menghilangkan elemen tradisional seperti pertunjukan hewan dan bintang sirkus mahal. Mereka menciptakan pengalaman teater artistik yang memadukan sirkus, opera, dan balet. Hasilnya, perusahaan ini menjangkau segmen pelanggan baru yang bersedia membayar harga premium.
Apple iTunes Apple menciptakan blue ocean di industri musik dengan meluncurkan iTunes Store pada tahun 2003. Platform ini mengubah cara orang membeli musik dari format fisik menjadi digital. Apple menawarkan kemudahan membeli lagu satuan dengan harga terjangkau secara legal. Inovasi ini menghancurkan dominasi pembajakan sekaligus menciptakan model bisnis baru.
Netflix Netflix bertransformasi dari perusahaan rental DVD menjadi platform streaming global. Perusahaan menghilangkan kebutuhan toko fisik dan biaya keterlambatan pengembalian. Netflix kemudian menciptakan konten original yang hanya tersedia di platformnya. Langkah ini mengubah red ocean industri rental menjadi blue ocean streaming digital.
Gojek Startup Indonesia ini mengubah industri transportasi dengan aplikasi pemesanan ojek online. Nadiem Makarim sebagai pendiri melihat peluang di layanan ojek konvensional yang tidak terorganisir. Gojek kemudian berkembang menjadi super app dengan berbagai layanan terintegrasi. Inovasi ini menciptakan ekosistem baru yang mengubah perilaku konsumen Indonesia.
Kelebihan Menerapkan Blue Ocean Strategy
Penerapan blue ocean strategy menawarkan berbagai kelebihan signifikan bagi perusahaan yang berhasil mengeksekusinya. Manfaat ini mencakup aspek finansial, kompetitif, hingga pengembangan organisasi. Berikut penjelasan detail tentang kelebihan blue ocean strategy.
Kelebihan dari segi kompetisi:
- Menghindari persaingan head-to-head yang melelahkan dan mahal
- Menjadi first mover di pasar baru dengan keunggulan monopoli sementara
- Membangun hambatan masuk yang sulit ditiru kompetitor dalam waktu singkat
- Menentukan aturan permainan sendiri tanpa tekanan dari pesaing
- Memiliki waktu untuk membangun kapabilitas sebelum kompetitor masuk
Kelebihan dari segi finansial:
- Memperoleh margin keuntungan lebih tinggi karena minim tekanan harga
- Menangkap permintaan baru yang sebelumnya tidak terlayani
- Mengoptimalkan struktur biaya melalui eliminasi faktor tidak bernilai
- Menciptakan pertumbuhan pendapatan yang tidak bergantung pada pasar existing
- Meningkatkan valuasi perusahaan karena potensi pertumbuhan tinggi
Kelebihandarisegiorganisasi:
- Merangsang kreativitas dan inovasi di seluruh level organisasi
- Membangun budaya yang fokus pada penciptaan nilai, bukan sekadar persaingan
- Meningkatkan engagement karyawan dengan visi pertumbuhan yang inspiratif
- Mengembangkan kapabilitas baru yang memperkuat daya saing jangka panjang
Tantangan dan Risiko BlueOceanStrategy
Meskipun menawarkan potensi besar, blue ocean strategy juga memiliki tantangan dan risiko yang perlu manajer pertimbangkan. Pemahaman terhadap risiko membantu perusahaan mempersiapkan mitigasi yang tepat. Berikut tantangan utama dalam menerapkan blue ocean strategy.
Tantangan dalam penemuan:
- Kesulitan menemukan ide blue ocean yang benar-benar unik dan viable
- Keterbatasan data dan referensi karena pasar belum ada
- Risiko bias kognitif yang membuat manajer terjebak dalam pola pikir industri lama
- Kebutuhan riset mendalam untuk memahami non-konsumen
Tantangandalameksekusi:
- Investasi besar diperlukan untuk membangun pasar dan mengedukasi konsumen
- Ketidakpastian tinggi tentang adopsi pasar terhadap inovasi baru
- Resistensi internal dari bagian organisasi yang nyaman dengan status quo
- Kebutuhan kapabilitas baru yang mungkin belum dimiliki perusahaan
Tantangan pasca-peluncuran:
- Kompetitor akan meniru begitu blue ocean terbukti sukses
- Perubahan regulasi dapat menghambat model bisnis baru
- Pelanggan mungkin tidak memahami atau menerima proposisi nilai baru
- Kebutuhan adaptasi berkelanjutan seiring evolusi pasar
Langkah Implementasi Blue Ocean Strategy
Manajer perlu mengikuti langkah-langkah sistematis untuk mengimplementasikan blue ocean strategy dengan sukses. Proses ini memerlukan komitmen jangka panjang dan keterlibatan seluruh organisasi. Berikut panduan implementasi blue ocean strategy.
Langkah 1: Bangun Tim dan Komitmen Manajemen puncak harus menunjukkan komitmen kuat terhadap inisiatif blue ocean. Tim lintas fungsional dengan perspektif beragam perlu dibentuk untuk memimpin proses. Alokasi sumber daya yang memadai menjadi prasyarat keberhasilan.
Langkah 2: Pahami Lanskap Saat Ini Tim melakukan analisis mendalam terhadap kondisi industri dan posisi kompetitif perusahaan. Strategy canvas membantu memvisualisasikan lanskap kompetitif secara jelas. Identifikasi pain points pelanggan dan non-konsumen menjadi input penting.
Langkah 3: Eksplorasi Peluang Blue Ocean Tim menggunakan six paths framework untuk menemukan peluang rekonstruksi batasan pasar. Brainstorming intensif menghasilkan berbagai alternatif blue ocean potensial. Setiap alternatif dievaluasi berdasarkan potensi nilai dan kelayakan eksekusi.
Langkah 4: Rumuskan Strategi dengan ERRC Tim menerapkan framework ERRC untuk merumuskan proposisi nilai baru. Strategy canvas baru digambar untuk memvisualisasikan diferensiasi yang diciptakan. Validasi awal dilakukan dengan pelanggan potensial untuk mendapat feedback.
Langkah 5: Eksekusi dan Iterasi Perusahaan meluncurkan penawaran baru dengan pendekatan agile dan iteratif. Feedback pasar dikumpulkan untuk penyempurnaan berkelanjutan. Skalasi dilakukan setelah product-market fit tercapai.
Relevansi BlueOceanStrategy di Era Digital
Konsep blue ocean strategy tetap relevan bahkan semakin penting di era digital dan disrupsi teknologi. Digitalisasi membuka peluang blue ocean yang sebelumnya tidak mungkin ada. Berikut bagaimana blue ocean strategy beradaptasi dengan konteks bisnis modern.
Peluang dari digitalisasi:
- Platform digital memungkinkan penciptaan model bisnis baru dengan biaya lebih rendah
- Data analytics membantu memahami non-konsumen dengan lebih akurat
- Teknologi cloud mengurangi hambatan masuk untuk eksperimen blue ocean
- Social media mempercepat edukasi pasar dan adopsi inovasi
- Artificial intelligence membuka kategori produk dan layanan yang sama sekali baru
Sektor potensial blue ocean:
- Kecerdasan buatan dan machine learning
- Bioteknologi dan kesehatan digital
- Energi bersih dan keberlanjutan
- Fintech dan layanan keuangan digital
- Metaverse dan ekonomi virtual
Kesimpulan
Blue ocean strategy merupakan pendekatan manajemen strategis yang mendorong perusahaan menciptakan pasar baru tanpa persaingan langsung. W. Chan Kim dan Renée Mauborgne memperkenalkan konsep ini melalui riset terhadap ratusan langkah strategis di berbagai industri selama 100 tahun. Inti dari strategi ini terletak pada value innovation yang mengejar diferensiasi dan biaya rendah secara simultan.
Framework ERRC (Eliminate, Reduce, Raise, Create) menjadi alat utama untuk merumuskan blue ocean strategy. Strategy canvas membantu memvisualisasikan lanskap kompetitif dan merancang kurva nilai baru yang berbeda. Six paths framework dan three tiers of noncustomers memperluas perspektif manajer dalam menemukan peluang pasar baru.
Berbagai perusahaan seperti Cirque du Soleil, Apple, Netflix, dan Gojek telah membuktikan keberhasilan blue ocean strategy dalam praktik nyata. Meskipun menawarkan potensi pertumbuhan besar, strategi ini juga memiliki tantangan berupa kebutuhan investasi tinggi dan ketidakpastian adopsi pasar. Pemahaman komprehensif tentang blue ocean strategy menjadi kompetensi penting bagi manajer dan pemimpin bisnis di era persaingan global yang semakin intens.
Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Management
Baca juga artikel lainnya: Career Path Planning sebagai Strategi Manajemen Talenta dalam Organisasi
