JAKARTA, opinca.sch.id – Jujur aja, manajemen pemeliharaan gedung itu nggak pernah terdengar keren waktu pertama kali gue mulai kerja di bidang properti. Tapi makin ke sini, makin sadar, ini kunci utama supaya bangunan tetap kece, aman, dan tentu aja: nilainya naik! Gak cuma soal urusan perbaikan AC atau cat ulang dinding, tapi juga biar nggak ada kerugian finansial karena lalai ngerawat. Intinya, ini bukan sekadar tugas teknis—tapi bagian dari strategi investasi jangka panjang.
Pentingnya Manajemen Pemeliharaan Gedung: Bukan Cuma Soal Ruangan Kinclong

Waktu pertama megang proyek, ekspektasiku sederhana: asal bersih dan nyaman, sudah cukup. Eh, ternyata salah besar! Gue pernah salah ngatur jadwal perawatan lift. Kebayang nggak, satu tower mogok liftnya dua hari? Cuma gara-gara gue kira servis bisa ditunda sebulan lagi. Hasilnya, penghuni protes, ada yang telat kerja, dan biaya perbaikan jadi tiga kali lipat.
Dari pengalaman itu, gue sadar bahwa perawatan gedung secara rutin itu wajib banget. Nunda-nunda bisa bikin biaya meledak. Jadi, pemeliharaan gedung itu investasi—bukan pengeluaran sia-sia.
Strategi Efektif Manajemen Pemeliharaan Gedung: Biar Gak Boncos!
1. Rutin Cek, Jangan Cuma Saat Ada Masalah
Banyak banget yang masih mikir, “Servis aja kalau udah rusak.” Padahal, prinsip manajemen perawatan gedung yang baik adalah pencegahan. Minimal cek tiga bulan sekali. Apalagi untuk sistem vital seperti listrik dan pompa air. Gue pernah kecolongan short-circuit karena panel nggak dicek. Biaya perbaikannya? Bikin nangis!
2. Dokumentasi Itu Wajib, Bukan Cuma Formalitas
Dalam pengelolaan pemeliharaan gedung, pencatatan itu krusial. Gue dulu males catat, akhirnya lupa kapan terakhir AC dibersihin. Sekarang, gue pakai Excel dan Google Sheet buat checklist. Kalau ada dana lebih, bisa coba software seperti CMMS (Computerized Maintenance Management System) yang emang dibuat khusus buat maintenance properti.
3. Budgeting: Jangan Dianggap Sepele
Kalau mau manajemen pemeliharaan properti berjalan mulus, budgeting harus jelas. Gue pernah tergoda vendor murah, eh sparepart-nya cepat rusak. Sejak itu, selalu ada alokasi rutin tahunan buat perawatan—biar nggak panik saat ada perbaikan besar mendadak.
Jenis-Jenis Pemeliharaan dalam Manajemen Gedung
Kenali tiga tipe utama dalam strategi pemeliharaan gedung:
-
Preventive Maintenance: Cek rutin untuk cegah kerusakan.
-
Corrective Maintenance: Perbaikan setelah ada kerusakan.
-
Predictive Maintenance: Prediksi usia alat dan ganti sebelum rusak.
Gue pribadi pakai kombinasi preventive dan corrective. Untuk mesin vital kayak lift dan genset, baru deh pakai predictive karena perlu alat canggih.
Kesalahan Umum dalam Manajemen Pemeliharaan Gedung (Pengalaman Pribadi!)
-
Overconfidence sama gedung baru: Banyak yang pikir gedung baru aman. Nyatanya, instalasi bocor bisa aja muncul di tahun pertama.
-
Nggak ada SOP: Tim gue dulu kerja tanpa panduan jelas. Hasilnya chaos!
-
Vendor tanpa riset: Dulu asal pilih karena kenalan. Akhirnya, sistem CCTV sering error.
-
Budget nggak jelas: Ini yang bikin keuangan gedung jungkir balik. Nggak ada dana cadangan saat dibutuhkan.
Tips Simpel Tapi Efektif Buat Praktisi Manajemen Gedung
-
Checklist bulanan itu penting banget! Bisa di-print atau digital, asal konsisten dievaluasi.
-
Bangun komunikasi dua arah dengan tenant. Mereka bisa jadi “sensor” awal soal kondisi fasilitas.
-
Pilih sparepart yang tahan lama. Mahal sedikit di awal, tapi lebih hemat di jangka panjang.
-
Training teknisi itu investasi! Teknologi berubah cepat. Tim juga harus update cara kerja dan alat.
ManajemenPemeliharaanGedung = Investasi Jangka Panjang
Banyak owner gedung mulai sadar bahwa pengelolaan pemeliharaan bangunan itu penting buat jaga reputasi dan nilai properti. Gedung yang terawat bisa naikin harga sewa, lebih mudah disewa tenant besar, dan lebih minim masalah operasional. Percaya deh, gedung bagus bukan cuma soal desain, tapi juga soal bagaimana kamu rawat dari dalam.
Penutup: Gak Ribet, Asal Konsisten!
Gue kira dulu manajemen pemeliharaan gedung itu soal bersihin jendela dan ganti filter AC. Ternyata, jauh lebih kompleks dan strategis. Tapi justru itu yang bikin profesi ini menarik. Lu bisa jadi pahlawan tak terlihat yang jaga kenyamanan dan keamanan banyak orang setiap hari.
Saran terakhir? Jangan tunda. Mulai dari hal kecil: buat jadwal, catat dengan rapi, edukasi tim, dan cek vendor dengan teliti. Kalau lo udah jalanin semua itu, percayalah—lo sedang bangun sistem manajemen properti yang powerful dan tahan banting.
Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Management
Baca juga artikel lainnya: Infrastructure Management: Tips Santai Ala Praktisi Digital
Silahkan kunjungi website resmi dari : inca residence
