Cara Beli Obligasi Pemerintah 2025: Panduan Investor Pemula

Jujur aja, waktu pertama kali dengar kata obligasi pemerintah, saya langsung mikir, “Wah, ini pasti buat orang kaya atau pakar keuangan.” Tapi ternyata, saya salah besar. Obligasi pemerintah itu justru salah satu instrumen investasi paling ramah pemula. Bahkan, sekarang bisa dibeli online, kayak belanja di marketplace. Saya pribadi mulai serius beli obligasi di tahun 2022, dan sejak itu nggak pernah menyesal.

Di artikel ini, saya mau cerita pengalaman saya—semua dari awal banget. Termasuk kesalahan bodoh yang sempat saya buat (iya, saya sempat salah input jumlah pembelian!). Semoga kamu bisa belajar dari cerita ini dan siap ambil langkah pertama menuju investasi yang lebih stabil dan terencana.

Apa Itu Obligasi Pemerintah dan Tujuannya

Oke, sebelum kamu klik tombol beli, penting banget buat tahu: apa sih obligasi pemerintah itu?

Gampangnya, obligasi pemerintah adalah surat utang. Pemerintah pinjam uang dari masyarakat (termasuk kamu) dan berjanji buat bayar kembali dengan bunga alias kupon. Tujuannya? Buat danai pembangunan, pendidikan, kesehatan, bahkan infrastruktur.

Dari pengalaman saya, hal paling keren dari beli obligasi ini adalah rasanya kayak ikut berkontribusi buat negara. Serius, bukan cuma dapat cuan, tapi juga ikut bantu negara jalan.

Pemerintah menerbitkan obligasi karena mereka butuh dana tambahan tanpa harus cetak uang terus. Dan yang saya suka, mereka udah jamin pembayaran pokok + kupon—soalnya dilindungi undang-undang. Jadi, cukup aman kalau dibanding saham.

Jenis-Jenis Obligasi Pemerintah yang Tersedia untuk Investor

Logo empat jenis Obligasi Pemerintah Negara ritel Indonesia: SBR, ORI, Sukuk Ritel, dan Sukuk Tabungan

Waktu saya mulai, saya bingung banget karena ada banyak jenis obligasi. Tapi setelah ikut webinar dan baca-baca e-book, saya mulai paham perbedaannya. Ini versi singkat dan simpel dari penjelasan saya sendiri:

  • ORI (Obligasi Ritel Indonesia): Bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Cocok buat yang mau fleksibel dan bisa jual sebelum jatuh tempo.

  • SR (Sukuk Ritel): Sama kayak ORI, tapi syariah. Nggak ada bunga, tapi imbal hasil dari akad ijarah. Teman saya yang anti riba pilih ini.

  • SBR (Savings Bond Ritel): Nggak bisa diperdagangkan, jadi harus disimpan sampai jatuh tempo. Tapi kuponnya mengambang dengan batas minimal. Saya pernah ambil SBR buat tujuan jangka menengah.

  • ST (Sukuk Tabungan): Versi syariah dari SBR. Juga non-tradeable dan cocok buat investasi 2 tahun.

Masing-masing punya karakter sendiri. Saya biasanya pilih berdasarkan tujuan keuangan saya. Kalau buat tabungan pendidikan anak, saya pakai SBR. Kalau buat tambahan pasif income tahunan, saya suka ORI.

Obligasi yang Diterbitkan oleh Pemerintah Pusat: Contoh dan Penjelasan

Setiap tahun, pemerintah pusat mengeluarkan jadwal penerbitan obligasi. Di 2023 misalnya, ada ORI023, SBR012, dan Sukuk Ritel SR018. Semua punya kupon dan tenor (jangka waktu) yang berbeda-beda.

Contoh, waktu saya beli ORI023, kuponnya 6,10% per tahun, dibayar tiap bulan. Saya tanam Rp10 juta dan tiap bulan dapat sekitar Rp50.000-an setelah pajak. Lumayan banget buat jajan kopi dan traktir anak istri.

Hal penting: kamu nggak perlu punya ratusan juta buat ikut. Minimal pembelian itu cuma Rp1 juta! Waktu saya pertama kali nyoba, saya iseng beli Rp2 juta dulu, dan ternyata prosesnya gampang banget.

Jadwal, Kupon, dan Masa Penawaran Obligas 2025

Tiap tahun, Kemenkeu sudah kasih tahu jadwal penerbitan obligasi. Biasanya mulai dari Januari sampai November, mereka rilis beberapa seri. Dan di 2025, jadwal pastinya bakal diumumkan di situs resmi DJPPR (Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko).

Berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya, kira-kira bakal ada:

  • SBR dan ST di awal dan tengah tahun.

  • ORI dan SR di pertengahan dan akhir tahun.

Kuponnya bisa tetap atau mengambang tergantung jenisnya. Misal:

  • ORI dan SR: Kupon tetap. Jadi kamu bisa hitung pasti berapa yang bakal kamu terima tiap bulan.

  • SBR dan ST: Kupon mengambang dengan batas minimum. Artinya, kalau suku bunga BI naik, kamu ikut naik cuannya.

Dari pengalaman saya, kupon tetap bikin saya lebih tenang. Tapi buat jangka menengah, kupon mengambang juga menarik.

Bagaimana Cara Membeli Obligasi Secara Online dan Offline

Sekarang, beli obligasi bisa dari rumah sambil ngopi. Saya biasa beli lewat online di mitra distribusi seperti:

  • Bank (BNI, BRI, Mandiri, dll)

  • Platform digital (Bareksa, Bibit, Tanamduit, Investree, dll)

Pertama kali saya beli di Bareksa, prosesnya literally 5 menit selesai. Cukup daftar, isi data, pilih produk, dan transfer.

Kalau offline, kamu bisa ke bank mitra, bawa KTP dan NPWP, isi form, lalu setor uangnya. Tapi jujur aja, online jauh lebih praktis dan cepat.

Yang perlu diperhatikan:

  • Pastikan mitra distribusinya resmi (cek di situs Kemenkeu).

  • Baca dulu terms & conditions, jangan langsung klik “Saya setuju” (saya pernah kecolongan karena nggak baca).

  • Transfer sesuai waktu yang ditentukan biar order kamu valid.

Syarat dan Proses Pembelian Obligasi Pemerintah untuk Pemula

Buat yang baru mulai, ini checklist-nya berdasarkan pengalaman saya:

  • Punya KTP dan NPWP: NPWP bisa pakai punya keluarga kalau belum punya sendiri (saya sempat pakai punya kakak waktu awal-awal).

  • Rekening bank aktif: Soalnya kupon akan ditransfer langsung tiap bulan.

  • Daftar di mitra distribusi resmi

  • Punya dana minimal Rp1 juta

Prosesnya:

  1. Registrasi akun.

  2. Pilih obligasi yang sedang dibuka.

  3. Masukkan jumlah pembelian (kelipatan Rp1 juta).

  4. Transfer sesuai tagihan.

  5. Tunggu konfirmasi dari mitra distribusi.

Yang bikin saya senang, semua proses ini transparan. Setiap pembelian dikonfirmasi lewat email, dan saya bisa cek statusnya lewat dashboard.

Jangan cuma nyari cuan terus, refreshing juga wajib dong! Cek https://odishanewsinsight.com ya buat melihat itinerary juga destinasi wisata viral di 2025!

Keuntungan dan Risiko Investasi pada Obligasi Pemerintah

Poster promosi investasi obligasi pemerintah oleh dengan slogan “Membangun Negara sambil Berinvestasi”, menampilkan ilustrasi rumah, koin, kalkulator, dan formulir.

Nah, ini bagian yang harus jujur. Biar nggak hanya lihat manisnya doang.

Keuntungan:

  • Imbal hasil tetap dan pasti (kecuali SBR dan ST yang mengambang)

  • Risiko gagal bayar sangat kecil karena dijamin negara

  • Bisa diperjualbelikan (untuk ORI dan SR)

  • Cocok buat diversifikasi portofolio

Risiko:

  • Tidak likuid (SBR dan ST): Nggak bisa dijual sebelum jatuh tempo

  • Risiko inflasi: Kalau inflasi tinggi, kupon tetap bisa jadi kurang menarik

  • Harga pasar bisa turun (untuk ORI/SR): Kalau kamu jual sebelum jatuh tempo, harga bisa rugi

Saya pribadi selalu beli obligasi buat disimpan sampai jatuh tempo. Karena kalau niatnya jual-jualan, lebih cocok main saham atau reksa dana pasar uang.

Kenapa Saya Terus Investasi di Obligasi Pemerintah

Setelah beberapa tahun coba berbagai jenis investasi, saya akhirnya sadar: obligasi pemerintah itu jadi fondasi buat portofolio saya. Nggak volatile kayak saham, tapi juga lebih cuan dari deposito.

Saya pakai strategi laddering, yaitu beli obligasi dengan jatuh tempo berbeda-beda tiap tahun. Jadi tiap tahun ada yang cair dan bisa diputar lagi. Strategi ini saya pelajari dari forum Telegram investor ritel, dan works banget!

Contohnya:

  • 2022: beli ORI022 (jatuh tempo 2025)

  • 2023: beli SR017 (jatuh tempo 2026)

  • 2024: beli SBR013 (jatuh tempo 2026)

  • 2025: siap-siap beli ST011

Dengan begini, saya punya arus kas rutin tiap tahun dari kupon + pokok yang cair.

Tips Praktis dari Pengalaman Pribadi

  • Jangan beli mendadak. Saya pernah nunggu deadline dan gagal transfer karena limit harian bank.

  • Cek jadwal jauh-jauh hari. Kemenkeu biasanya umumkan di awal tahun.

  • Gunakan platform yang kamu ngerti tampilannya. Saya pilih Bareksa karena UI-nya simpel.

  • Gabung komunitas. Grup Facebook “Investor ORI dan Sukuk” itu aktif banget. Banyak sharing real dari pembeli.

Kalau kamu masih ragu, beli aja minimal Rp1 juta dulu. Rasakan prosesnya, dan nikmati sensasi terima kupon tiap bulan. Rasanya beda banget dibanding nunggu bunga deposito tahunan.

Kesimpulan: Mulai Investasi Aman dengan Obligasi Pemerintah

Kalau kamu cari investasi yang aman, terjangkau, dan mudah, maka obligasi pemerintah 2025 layak dicoba. Buat saya pribadi, ini jadi pintu masuk ke dunia financial yang lebih stabil. Nggak perlu takut atau bingung, semua bisa dipelajari sedikit demi sedikit.

Saya nggak bilang ini investasi terbaik, tapi ini jelas investasi yang masuk akal dan bisa jadi dasar portofolio siapa pun. Dan yang paling penting, kamu nggak harus kaya dulu buat mulai.

Kalau saya bisa mulai dari Rp1 juta, kamu juga bisa. Cuma butuh keberanian ambil langkah pertama. Yuk, siapkan diri untuk beli obligasi pemerintah 2025, dan mulai bangun masa depan finansial yang lebih tenang dan terencana.

Pengusaha wajib tahu nih! Jangan sampai salah paham tentang: Transfer Pricing: Praktik yang Menjadi Sorotan Otoritas Pajak

Author

Scroll to Top